Kependudukan dan Kebudayaan

Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk dunia sangat dipengaruhi oleh perkembangan peradaban manusia dalam interaksi dengan alam sekitarnya. Seiring dengan menigkatnya ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi manusia dalam mengolah sumber daya alam maka taraf kehidupan manusia semakin baik sehingga hal ini sangat memengaruhi terhadap penurunan angka kematian penduduk.

Tabel Kependudukan

Tabel Penggandaan

  • Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Penduduk

1. Kepadatan Penduduk Berdasarkan Faktor Fisiologis

Penduduk biasanya terkonsentrasi pada wilayah yang mempunyai hambatan fisiologis yang kecil, misalkan pada wilayah-wilayah yang datar, cukup tersedia air tanah, merupakan wilayah yang subur serta transportasi mudah. Hal ini berlawanan dengan wilayah yang tandus, air tanahnya sulit, atau wilayah pegunungan biasanya kepadatan penduduknya kecil.

2. Penduduk berdasarkan Faktor Biologis

Faktor ini dipengaruhi oleh tingkat kelahiran, kematian dan perkawinan yang berbeda-beda tiap wilayah sehingga pertumbuhan penduduknya akan berbeda-beda pula.

           a. Cara menghitung angka kelahiran kasar

Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate/CBR) ialah perbandingan antara jumlah kelahiran selama satu tahun dan jumlah penduduk pada pertengahan tahun tiap 1000 penduduk.

Angka kelahiran kasar dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut,

CBR= L/P x k

Keterangan:

L : Banyaknya kelahiran pada tahun tertentu

P : Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu

k : Konstanta (umumnya 1000)

Kriteria tinggi rendahnya CBR sebagai berikut:

  • Kurang dari 20, tingkat kelahiran rendah.
  • Antara 20-30, tingkat kelahiran sedang.
  • Lebih dari 30, tingkat kelahiran tinggi.

b.  Cara menghitung angka kematian kasar

Angka kematian kasar (Crude Death Rate/CDR) ialah perbandingan antara jumlah penduduk yang meninggal selama satu tahun dan jumlah penduduk pada pertengahan tahun. Angka kematian kasar dapat dihitung dengan rumus:

CDR= M/P x k

Keterangan:

M : Jumlah kematian

P : Jumlah penduduk pada pertengahan tahun

k : Konstanta (umumnya 1000)

Kriteria angka kematian kasar:

  • Kurang dari 10, angka kematian rendah.
  • Antara 10-20, angka kematian sedang.
  • Lebih dari 20, angka kematian tinggi.

Migrasi

Migrasi adalah perpindahan penduduk dari tempat satuke tempat yang lain dengan tujuan menertap yang dilakukan oleh perseorangan, keluarga atau kelompok. Ada 4 jenis migrasi antara lain sebagai berikut:

  1. Imigrasi adalah masuknya penduduk negara lain ke suatu negara.
  2. Emigrasi adalah keluarnya penduduk suatu negara ke negara lain.
  3. Remigrasi adalah kembalinya para emigran ke negara asalnya.
  4. Evakuasi adalah perpindahan penduduk karena bencana di negerinya, seperti bencana alam, gunung meletus, peperangan, dan sebagainya.

Perpindahan penduduk ke temat lain selain dilakukan lintas negara (internasional) namun juga terjadi di dalam negeri adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam suatu negara. Macam-macam migrasi dalam negeri yaitu sebagai berikut:

  1. Trasnmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam satu wilayah negara.
  2. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.
  • Akibat Migrasi

Berikut ini adalah akibat yang muncul dari migrasi

  1. Akan terjadi pertikaian didalam suatu kota yang banyaknya imigrasi dikarenakan banyaknya orang yang bersuku tidak sama, perbedaan sosial budaya, pola pikiran yang tidak sepaham, adab tutur kata yang tidak sama, dan memandang suatu nilai orang
  2. Akan cepatnya terjadi bencana alam, karena apabila imigran datang tentu saja mereka mencari tempat tinggal, maka lahan penghijauan pun menjadi sasaran untuk dibuatnya perumahan sehingga untuk resapan air pun berkurang sehingga akan terjadi bencana alam banjir dan juga wabah penyakit
  3. Kesehatan menjadi harga yang lebih mahal di dalam kota migrasi karena, makin banyak imigran yang datang dengan membawa alat kendaraannya dan juga elektronik yang mempunyai radiasi dan polusi pun dimana-mana
  4. Area perkuburan yang makin sempit dikarenakan lahan yang letaknya seharusnya menjadi area pemakaman justru dibuat mall, jalan raya besar, dan juga fasilitas prasarana lainnya
  5. Lahan pekerjaan yang sempit karena banyaknya orang yang mau menetap di kota migrasi dengan mencari uang tetapi sudah banyaknya lahan pekerjaan yang diambil orang dan juga peluang bisnis yang area penjualannya sangat sempit
  • Struktur Penduduk

Komposisi penduduk menurut umur disebut juga sturktur penduduk. Struktur ini membagi umur dalam beberapa kelompok dengan interval tertentu. Ada tiga jenis struktur penduduk antara lain sebagai berikut:

     1. Struktur Penduduk Muda (Expansive)

Suatu wilayah yang memiliki angka kelahiran yang tinggi dan angka kematian yang rendah sehingga daerah ini mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat. Struktur ini dicirikan sebagian besar penduduk masuk dalam kelompok umur muda. Contohnya adalah negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, dan India.

     2. Struktur Penduduk Tua (Constructive)

Suatu wilayah yang memiliki angka kelahiran yang menurun dengan cepat dan tingkat kematian yang rendah. Struktur ini juga dicirikan dengan jumlah kelompok umur muda lebih sedikit disbanding kelompok umur tua. Contohnya adalah negara-negara yang sudah maju seperti Amerika Serikat.

     3. Sturktur Penduduk Stationer

Suatu Wilayah memiliki angka kelahiran dan kematian yang sama-sama rendah (seimbang). Contohnya adalah negara-negara Eropa Barat.

 Contoh Struktur Penduduk

  • Rasio Ketergantungan

Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio)adalah perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun. Rasio ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakniRasio Ketergantungan Muda dan Rasio Ketergantungan Tua.

  1. Rasio Ketergantungan Muda adalah perbandingan jumlah penduduk umur 0-14 tahun dengan jumlah penduduk umur 15 – 64 tahun.
  2. Rasio Ketergantungan Tua adalah perbandingan jumlah penduduk umur 65 tahun ke atas dengan jumlah penduduk di usia 15-64 tahun.

Kebudayaan dan Kepribadian

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

                Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan Di Indonesia

  • Zaman batu Tua

Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam Kapak genggam semacam itu kita kenal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai Punsjab(India), tapi kapak genggam semacam ini tidak kita temukan di daerah Asia Tenggara. Berdasarkan penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan, menyebar ke arah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung Malaka Lalu menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai ke Flores, dan Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.

Kapak-kapak tersebut diasah sampai mengkilap dan diikat pada tangkai kayu dengan menggunakan rotan. Sebagai tambahan seiring persebaran kapak batu tersebut tersebar pula Bahasa Proto-Austronesia yg merupakan induk dari bahasa dari bangsa-bangsa di sekitar Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik. Karena perkembangannya muncul bahasa melayu yang nantinya di negara Indonesia berkembang menjadi bahasa Indonesia

  • Zaman batu muda

Ciri – ciri zaman batu muda :

  1. mulai menetap dan membuat rumah,
  2. membentuk kelompok masyarakat desa,
  3. bertani,
  4. berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Manusia pada zaman batu muda telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk mencairkan/melebur logam dari biji besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka mampu membuat senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat alat-alat lain yang mereka perlukan.

Bangsa-bangsa Proto-austronesia yang masuk dari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson, dan menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan Dongson berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat dari bahan perunggu.

Hal yang patut dicatat tentang permulaan zaman logam ini adalah kenyataan yang jelas bahwa Indonesia sebelum memasuki zaman Hindu telah mengenal kebudayaan yang tinggi derajatnya dan penting bagi perkembangan kebudayaan Indonesia selanjutnya.

               Kebudayaan Hindu, Budha dan Inslam Di Indonesia

  • Kebudayaan Hindu dan Budha

Pada awal abad ke-3 dan ke-4 masehi, agama Hindu masuk ke indonesia khususnya ke pulau jawa. Perpaduan antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan Hindu yang berasal dari India berlangsung dengan mantap. Sekitar abad ke-5, ajaran Budha atau budhisme masuk ke wilayah Indonesia, khususnya ke dalam pulau jawa. Agama/ajaran budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dari pada hinduisme, sebab dalam ajaran budhisme tidak mengenal adanya kasta-kasta dalam kehidupan masyarakat.

Walaupun demikian,kedua agama tersebut tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai di Indonesia, Khususnya di dalam pulau jawa. Kedua penganut agama tersebut melahirkan karya budaya yang sangat bernilai tinggi dalam seni bangunan atau arsitektur, seni pahat,seni ukir, dan seni sastra. Salah satu contohnya adalah bangunan dan relief-relief yang di abadikan di dalam candi-candi di Indonesia, khususnya pulau jawa.

  • Kebudayaan Islam

Pada abad ke-15 dan ke-16, agama islam telah dikembangkan di indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut wali sanga. Titik sentral penyebaran agama islam saat itu berada di pulau jawa. Tetapi, sebenarnya agama islam telah masuk ke dalam pulau jawa pada abad ke-11 dengan bukti adanya wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik.Masuknya agama Islam ke Indonesia, khususnya ke dalam pulau jawa berlangsung secara damai. Karena islam masuk ke Indonesia tanpa unsur paksaan, melainkan dengan cara baik-baik. Agama Islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian besar penduduk Indonesia. Dan hal ini menyebabkan kebudayaan Islam mempunyai peranan besar dalam perkembangan kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia.

Kebudayaan Barat

Pada dasarnya, kebudayaan barat banyak memberikan dampak positif dalam berbagai bidang. Akan tetapi, jika masuknya kebudayaan barat itu tidak kita saring atau kita terima secara mentah begitu saja  juga dapat memberikan dampak negatif dalam beberapa bidang kehidupan. Sekarang ini banyak hal-hal baru yang mengacu pada kebudayaan barat. Sedangkan kebudayaan tradisional sedikit demi sedikit mulai tereleminasi karena kalah popularitas dengan kebudayaan barat.

Dampak positif dari kebudayaan barat antara lain:

  1. Kemajuan teknologi mereka (orang-orang barat) yang sudah semakin maju dapat membantu kita memudahkan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari dengan bantuan alat-alat elektronik canggih yang mereka ciptakan.
  2. Dalam bidang politik, Negara barat cenderung  menggunakan system demokrasi.  Hal itu menginspirasikan pemerintahan Negara kita untuk mengunakan sitem pemerintahan yang terbuka dan demokratis.
  3. Dalam bidang sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir mereka yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa barat yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa.

Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan dari kebudayaan barat diantaranya:

  1. Generasi muda sekarang lebih suka meniru gaya orang-orang barat, misalnya trend mode berbusana. Anak muda zaman sekarang lebih suka menggunakan barang-barang ekspor dan berbusana yang minim-minim sehingga menyebabkan kurangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri.
  2. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.
  3. pergaulan masyarakat barat yang bebas mulai memengaruhi budaya Indonesia yang sebelumya lebih beradab. Kebebasan yang kelewat batas itu sebenarnya tidak cocok dengan nilai-nilai kebudayaan kita. Misalnya saja free sex yang sekarang ini marak terjadi di Negara kita. Padahal hal itu sangat bertentangan dengan kebudayaan kita yang menjunjung tinggi norma kesusilaan.
  4. Kurangnya rasa hormat tehadap orangtua  dan tidak peduli terhadap lingkungan juga merupakan dampak yang ditimbulkan dari kebudayaan barat yang menganut kebebasan sehingga mereka bertindak sesuka hatinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s